Home > Harian, Outdoors > yang terbawa dari mahameru

yang terbawa dari mahameru

December 5th, 2008 Leave a comment Go to comments

 Jongring Salokaakhirnya sampai juga di sini….

Apa yang aku lakukan disini? di puncak mahameru ini aku hanya bisa terduduk lelah setelah tadi malam diterpa gumpalan badai kali mati. Aku hanya bisa melantunan ribuan doa tak terucap dan kebahagiaan karna bisa kembali menapaki puncak ini. Mengapa aku kembali kesini? sebuah pertanyaan yang selalu muncul setelah aku sentuh batas triangulasi ini, lalu aku jawab ‘ini adalah buah kerinduanku yang slalu tertanam ketika aku hanya bisa terduduk disebuah taman dengan ketinggian tak lebih dari 700 M dpl.’ Ini hanya uraian cintaku pada pelataran ini, pelataran tertinggi pulau jawa. Lalu mengapa mereka masih setia menemaniku untuk kembali meniti punggungan itu yang jelas tak ada lintasan? Merry, Yana, Bram dan Mira mereka slalu mengajakku untuk kembali meniti lintasan-lintasan itu, hah entah aku harus menjawab apa? Mungkin inilah uraian persahabatan yang teruntai dari puncak pangrango beberapa tahun silam. Entahlah, yang jelas pagi ini, tepat jam di tangan kananku menunjukan 5.15, meski lelah namun masih bisa kusaksikan ribuan awan menyelimuti pelataran ini, meski kali ini tak beruntung karena sang sunrice enggan untuk menampakan batang hidungnya, mungkin masih lelah setelah bersilat dengan badai semalam.

Ah tak apa lah, paling tidak secangir kopi masih bisa memecah kebekuan pagi ini, cangkir yang hanya tutup termos miniku, dengan tawa dan candaan gila Merry yang selalu menghiasi sepanjang perjalanan dari Bandung sampai ke puncak ini, senandung falsnya Yana yang selalu memberian motifasi untuk tetap meneruskan langkah, tekad bulat Bram yang maksa untuk kembali membuat lingkaran persahabatan di puncak ini meski kondisi tubuhnya yang drop dari awal , cemoohan-cemoohannya Mira yang terus keluar dari mulutnya karena jurnal perjalanannya hilang tersapu badai di kali mati. Semua tampak konyol, tapi kekonyolan itu memberikan semangat bagi kami, terlebih bagiku yang muak dengan semester ini di kampus.

Ranu Kumbolo1 Ranu Kumbolo2Ranu Kumbolo3

Mungkin sampai sini, torehan ini akan kulipat dan akan kujadikan perahu kertas lalu kuhanyutan sesampainya nanti di Ranukumbolo atau kuselipkan diantara rerumputan di Oro Oro Ombo, seperti halnya kebiasaan lamaku. Semoga aku, kami masih bisa menapaki lagi puncak ini, masih bisa melingkarkan tali persahabatan dan persaudaraan ini.

Oro-oro ombo

###

Diambil dari coretan jurnal perjalanan pribadiku, semeru mid year 2002. Semua photo yang nempel di postingan ini bukan diambil dari perjalanan kami tapi diambil dari dokumentasi Ekspedisi Semeru – PPA Jayawijaya Cimahi, sumber kawan dekatku Ono JW. ( ya kebetulan aja ada di kompie, kebetulan juga ekspedisi semeru )

Hehehe satu-satunya kamera yang berhasil mengabadikan perjalanan kami adalah kameranya Merry, dengan N FM4. 3 kamera yang kami bawa hanya punya Merry yang berhasil bertahan dengan kelembaban, 2 kamera lainnya menjadi korban keganasan badai di kali mati. Sayang karena kami berempat tinggal di kota berbeda dan Merry belum sempat sharing photo-photonya, gila… sampai sekarang. ( holla mer, mbo yo kalo ganti ID tu kasi tau dodol!!! :P but anyway welcome home gurl :D )

…. coretan ini kembali dituliskan di media ini karena lipatan kertas coretan di atas terlupakan untuk dihanyutkan sebagai perahu kertas, terlupakan karena masih terselip di saku ranselku sampe kmaren aku recheck peralatan tempur yang masih tersisa heuheu.

Haha setelah aku baca coretan yang sempet aku tulis dulu, anjrit kampring pisaaan, nampak seperti monolog xixixi, sok jadi jurnalis (jurnalis dadakan, gak nyambung & gokil),  padahal niatnya mo dibuang  =))

hmm satu lagi, kalo aku mengingat kembali perjalanan semeru kok jadi inget  novel 5 CM karya Dhonny Dirghantoro, ( ketika aku baca 5 CM jadi inget perjalanan ini ) dan mengingatkan aku kalo beberapa tahun silam Alm.Ichal pernah bermaksud membuat filmnya, at least menurut penuturan bro erik beberapa tahun silam di base camp Citarum. Huh aku pikir erik n erladhi bakal sedih nih kalo baca ini (semoga Alm.Ichal diterima disisiNYA). Harusnya film ini diwujudkan (untuk mengenang Alm)….

The Spirit Carries On

Related posts:

  1. hari ini dan award dari seorang blogger
  2. Dirgahayu Negeriku
  3. Yang Terlupakan
  4. entah
  5. Plan Trip to Rinjani 2


Have fun with Belajar SEO WordPress
  1. December 6th, 2008 at 10:07 | #1

    Wah…semeru.seru kayaknya.tapi teuteup aku takut ketinggian :( baydeway,novel 5 cm kurang bagus.not good at d end of story.but it gave me a lil bit description bout semeru indeed.

  2. December 6th, 2008 at 20:40 | #2

    seru nya eum menjelajah ke pincak…
    jadi ingin nyobaan hehehe

  3. December 7th, 2008 at 10:43 | #3

    Wah…Didieu gening kumpulna Blogger Garut teh…Salam Kenalnya Ti Azzam Blogger Garut oge…info lengkap klik kampungdesign.co.cc :)

  4. December 9th, 2008 at 10:38 | #4

    ahh.. damn, bRO….
    awalnya gw udah seneng banget baca posting ini. Ngebayangin seandainya gw bisa punya kesempatan memijakkan kaki di atas sana… karena sampai saat ini pun belum diberi kesempatan…. damn…

    tapi di akhir… lu ingetin lagi tentang 5CM…
    ya… secara jujur… gw masih sedih, masih tetep belum bisa 100% menghilangkan airmata…
    well… di 40 harinya Ical.. gw ingat lagi 5CM…

    thanks, bRO… kenangan tentangnya ga akan pernah hilang…

    btw.. happy birthday, bRO Hendra!!!!!!

  5. December 9th, 2008 at 13:41 | #5

    [re=228]Achie[/re]: Ketakutan hanya timbul dari dalam diri sendiri. Btw I just read that book n not judge anyway.
    [re=229]Frank[/re]: Seru pisan, kata-kata hanya sebagian kecil saja yang bisa mewakili frank.
    [re=230]kang azzam[/re]: didieu mah sanes tempat nonkronna, pami bade kumpul cobi masuk forum kang…
    [re=231]erik[/re]: Semeru sekarang udah rawan untuk didaki, terakhir temenku gak boleh naek ke puncak semeru, hanya bisa sampe ranukumbolo bro. Huahh sori dah ngungkit kenangan ttg bro ichal n 50 cm, its just coz the same place n I do remember all. btw thanks bro, gwe ultah ya? :heot

  6. December 9th, 2008 at 17:45 | #6

    membaca tulisannya aja udah ser ser..apalagi bisa menginjakkan kaki sampai di puncak…??

    hayang ngora deui..dra…hanyakal geus koyot….:(

  7. December 9th, 2008 at 17:48 | #7

    endah

  8. December 9th, 2008 at 18:58 | #8

    Ada ketakutan dalam diri tiap orang.meskipun kecil.susah ngilanginnya..kamu juga pasti punya kan?hayoh ngaku.hmm…ttg 50cm,i just tried 2 express my mind.

  9. December 9th, 2008 at 21:50 | #9

    [re=235]teh okky[/re]: teh dalam urusan pendakian gunung gak nginget usia teh, muda atau tua bisa aja selama terpatri niat.

    [re=236]aRai[/re]: muhun leres kang, kata-kata saja tak cukup untu mengobati rasa rindu ka semeru euy…

    [re=237]Achie[/re]: tentu, tapi aku ak takut ketinggian :p no comment bout ur 5 cm comment, sorry.

  10. December 9th, 2008 at 23:31 | #10

    kata siapa pendakian gak nginget usia? kemaren aku baru membuktikan sendiri, usia pengaruh banget! gila, skr nanjak 360 anak tangga aja ngos-ngosan. pdhl waktu muda dulu…. :heot

  11. December 10th, 2008 at 07:10 | #11

    [re=233]tuanrumah[/re]: rawan atau tidak rawan, selalu ada jalan untuk muncak semeru. setidaknya itu yang gw tau dari temen-temen di malang sana. :d
    Sebenernya ga masalah sih dengan kenangan itu, cuma tiba-tiba agak nyesek aja… enak-enak baca… trus… JRENG! :o
    dan kebetulan banget bacanya kemaren…. 40 hari, bRO… bertepatan dengan ultahmu… SELAMAT!!! :ngigel

  12. December 10th, 2008 at 21:41 | #12

    [re=239]martha[/re]: hehe gini loh teh ketika orang itu niat pengen mendaki sebuah puncak gunung ada konsekuensi logis yang harus dilakukan, pertama preparasi sebelum pendakian yang meliputi manajemen perjalanan dan latihan olah raga. nah dengan latihan tersebut paling gak bisa membantu seseorang agar tidak shock ketika mendaki. Nah kalo teteh aku yakin waktu naek tangga itu sebelumnya ga ada persiapan kan? aku yakin itu ;)) begitu juga dengan pendakian :)>-

    [re=241]erik[/re]: betul bro, banyak jalan menuju roma, eh semeru, semakin dilarang semakin menantang hehe paling gak bagi sebagian pendaki nekat :d
    Iya bener bro, andai saja masih tersisa waktu untuk bisa mengenal ichal. Ya kita ambil hikmahna ambil indahnya aja bro, tetep mengenang ichal dalam dimensi kita :) ~o)

  13. December 11th, 2008 at 12:40 | #13

    waasik kelihatanya di sana ikutan ya he…

  14. December 11th, 2008 at 14:20 | #14

    [re=242]tuanrumah[/re]: jadi pengen nekat….. :heot ~o)

  15. December 11th, 2008 at 19:15 | #15

    wah..pengennnn

  16. December 11th, 2008 at 23:13 | #16

    [re=244]copas[/re]: ayu ah :d

    [re=245]erik[/re]: mari kita alirasikan langkah bro, nekat :d btw kapan neh? ~o)

    [re=246]rizoa[/re]: pengen apa? ayu ah kita terusin maen congklaknya :heot

  17. merry
    December 12th, 2008 at 13:58 | #17

    wH4 bR bC pOsT iNi… jD nGr4s4 dOs4, pIcnY4 msH d4 cMn lOn smPt sC4nNin9 :d

  18. December 15th, 2008 at 19:09 | #18

    [re=249]merry[/re]: iya kan kmaren dah diliat, tapi asa barutut kamu yang shout mah neng :d btw itu avatar saha? asa teu kenal =))

  19. December 17th, 2008 at 12:18 | #19

    [re=247]tuanrumah[/re]: wahahaha…. nekatnya sih bisa aja… sekarang itu yang susah justru “mencuri” waktu… hidup memang tidak pernah bisa sebebas jaman dulu. selalu ada batasan, dan batasan itu selalu bertambah… hah… waktu aja dibatasin…
    let us ~o)

  20. December 17th, 2008 at 18:18 | #20

    [re=260]erik[/re]: betul bro, tapi masalah klasik gwe mah dana operasional bro xixi, nyok kapan2 kita wujudin, yang deket2 aja dulu, kita menikmati hangatnya suasana tenda ditemani ~o)

  21. December 22nd, 2008 at 14:59 | #21

    [re=261]tuanrumah[/re]: yups… insya Allah, bRO….
    pilih aja mau ~o) yang mana dari sini:
    http://blog.menin1eastwing.com/2008/12/16/lets-raise-our-coffee-cup/

  1. No trackbacks yet.
:) =d> =)) :d :( :(( :era :ngigel ;) :x =(( 8-| /:) :o :-? :bingung :heot [-o< [-( :)>- ~o)

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.