Belum kering air mata karena bencana akibat gempa Tasikmalaya yang menerjang daerah Jabar dan sekitarnya kini harus lagi air mata dan kesedihan ditambah lagi dengan bencana serupa yang lebih dahsyat, gempa Sumbar yang begitu banyak menimbulkan korban jiwa, korban harta dan materi, semua membuat pilu dan duka tiada henti bagi bangsa ini. Beberapa kali bangsa ini dihantam oleh musibah bencana alam yang begitu banyak merengut korban jiwa, mungkin dalam tahun ini bangsa kita tengah benar-benar diuji oleh yang kuasa dengan jalan bencana alam.
Sampai siang tadi tercatat 448 orang korban jiwa dengan rincian 197 orang di Kota Padang, 49 orang di Kota Pariaman, 7 orang di Kota Bukittinggi, 184 orang di Kab. Padang Pariaman, 7 orang di Kab. Pesisir Selatan dan 4 orang di Kota Solok. Selain itu sebanyak 241 orang mengalami luka berat dan 2.095 orang lainnya luka ringan.
Sedangkan rumah penduduk yang mengalami rusak berat sebanyak 12.245 unit, rusak sedang 3.046 dan 5.468 rusak rusak ringan. Kerusakan tersebar di 8 Kabupaten/Kota, yaitu Kota Padang, Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kab Padang Pariaman, Kab Pesisir Selatan, Kota Solok, Kota Padang Panjang dan kab Pasaman Barat. (http://bnpb.go.id 02/10) Read more…

Kembali dunia penerbangan Indonesia dirundung duka, jatuhnya Pesawat Nomad CN 22 Milik TNI AL tadi sore sekitar pukul 14.30 Wita di wilayah Sekatak Bengarai, Kabupaten Bulungan di titik kordinat 03′09 618 north .117 11575 East menambah sejumlah deretan kasus jatuhnya pesawat milik TNI. Pilot pesawat yang jatuh adalah Lettu Erwin dengan Co Pilot Lettu Syaiful dan mekanik Serma Sodikin. Pesawat Nomad ini juga mengangkut enam penumpang lain yang diperkirakan adalah sipil. Belum jelas jumlah korban yang meninggal dalam kecelakaan ini dan belum jelas juga ada keterangan tentang manifest pesawat serta belum pasti penyebab kecelakaan tersebut terjadi.
Huuhh… Lagi-lagi pesawat yang jatuh adalah milik TNI, seperti kita ketahui kecelakaan pesawat milik TNI bukan hanya kali ini, hal ini sudah selayaknya menjadi perhatian lebih bagi pemerintah untuk memperhatikan properti yang notabene milik garda negeri kita tercinta ini, ya memang kecelakaan sepenuhnya ada yang mengatur dan menggariskannya namun diluar faktor tersebut faktor perawatan dan kelayakan terbang dari pesawat juga harus menjadi perhatian lebih pemerintah, ya untuk meminimalisir terjadinya kembali kecelakaan. Semoga di waktu-waktu depan tidak ada lagi insiden serupa terlebih banyak sederetan peristiwa kecelakaan diduga karena faktor usia dan juga perawatan pesawat tersebut. (IMHO) Sebagai salah satu anak kolong tentunya sangat menyesalkan peristiwa kecelakaan seperti ini
kami tau apa yang slalu kau katakan
kami dengar apa yang slalu kau teriakan
apa yang kau lantunkan slalu kami dengar
apa yang slalu kau rintihkan kami rasakan
teriakan lantunan cacian, makian dan kritikan
bahkan….
lantunan suara-suara kematian
ataupun lantunan-lantunan kedamaian…
kami slalu rasakan ketika kau diberangus terali besi kawan!
kami rasakan sakitmu ketika kau dicekal rantai berduri karat
kami slalu rasakan ketika teriakanmu topang badan
apa yang kami tak lakukan, kau lakukan
apa yang tak kami suarakan, kau teriakan
apa yang tak kami nyanyikan, kau lantunkan
dimana kau slalu berada, kami tau
dimana kini kau berada, kami tau
smangat gonggongmu akan slalu kami lantunkan
tajam ringkikmu akan slalu kami teruskan
kini, esok ataupun lusa hari
smangat, tekad dan teriakanmu
biar kami yang teruskan kawan!
Slamat jalan Willy