October 16, 2018

Mengenal Teori SEES Dalam Menulis Artikel Tajuk Rencana

Hallo ghost writer dan penulis lepas Indonesia? Pada kesempatan tips menulis artikel kali ini kita akan membahas Teori SEES. Apakah Teori SEES itu? Definisi Teori SEES yang benar seperti apa? Mari kita bahas selengkapnya.

Selain Teori ANSVA, dalam menulis artikel tajuk rencana dikenal juga teori SEES sebagai singkatan dari statement (pernyataan), explanation (penjelasan), example (contoh), dan summary (kesimpulan). Teori SEES digunakan terutama untuk menulis artikel tajuk rencana yang singkat, sederhana, tembak langsung, sehingga tak memerlukan analisis yang kompleks dan berat.Mengenal Teori SEES Dalam Menulis Artikel Tajuk Rencana

Haris Sumadiria menyatakan bahwa pers populer sangat menyukai penulisan artikel tajuk rencana menggunakan teori SEES. Sedangkan pers serious papan atas lebih menyukai menulis artikel tajuk rencana menggunakan Teori ANSVA. Pers serius melihat teori SEES terlalu sederhana sehingga agak menyulitkan mereka untuk melakukan analisis lebih dalam dan tajam dalam tajuk rencana yang ditulisnya.

Menurut teori SEES, terdapat empat tahapan untuk melakukan persuasi (mempengaruhi) khalayak pembaca yang sedang sibuk, dalam situasi tergesa, tak dapat berpikir dengan tenang, dan dalam suasana hati yang mendambakan alternatif solusi pemecahan masalah segera. Empat tahap tersebut dilakukan dengan membuat pernyataan, penjelasan, contoh dan kesimpulan.

Cara menerapkan teori SEES yang pertama adalah melontarkan pernyataan singkat yang dapat menggugah perhatian khalayak pembaca seketika. Kedua, beri penjelasan yang relevan dan memadai terhadap pernyataan singkat tersebut. Ketiga, yakinkan penjelasan itu dengan memberikan contoh-contoh nyata di sekitar kita. Keempat, ikat hati dan pikiran pembaca dengan kesimpulan yang tegas dan ringkas disertai cara menyatakan pendapat, sikap, atau tindakan tertentu yang harus diambil secepatnya.

Itulah penjelasan dan pengertian Teori SEES yang bisa saya bagi kali ini. Semoga berguna bagi para penulis, ghost writer, penulis lepas dan freelancer writer dalam memperluas pengetahuan mereka tentang dunia jurnalisme.

Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *